Langsung ke konten utama

Perlunya Sikap Toleransi Terhadap Perbedaan dalam Beragama

    Tidak soal di mana anda tinggal, pasti anda telah melihat sendiri bagaimana pengaruh agama atas kehidupan jutaan orang. Di Indonesia ada banyak keragaman baik dari segi budaya, suku, bahasa sikap agama. Hal tersebut sangat di butuhkan yang namanya persatuan salah satu caranya adalah sifat toleransi. Tanpa toleransi kita tidak bisa memungkiri bahwa Indonesia akan terpecah belah. Di sini saya akan mencoba menjelaskan sekilas aktifitas masing masing agama yang ada di Indonesia sesuai yang saya tahu.

    Di negeri negeri yang mayoritas penganut Hinduisme, anda akan sering melihat pemujaan antara lain memberikan sesajen kepada dewa-dewi berupa : kelapa, bunga dan buah. seorang pendeta akan membubuhkan setitik pewarna merah atau kuning yaitu tilak, ke dahi para penganutnya. Selain itu, jutaan orang setiap tahunnya berkumpul di sungai Gangga untuk di sucikan oleh airnya.

    Di negeri-negeri Khatolik anda akan melihat orang-orang berdoa di gereja sambil memegang rosario yang di gunakan untuk menghitung doa yang di panjatkan sebagai pemujaan kepada maria.

   Di negeri-negeri Protestan, disetiap hari minggu jemaatnya biasa mengenakan  pakaian yang bagus dan berkumpul untuk memberikan pujian serta mendengarkan khotbah di Gereja.

   Di negeri-negeri Islam, anda dapat mendengarkan suara para muazin, orang yang menyerukan azan dari menara Mesjid lima kali sehari, memanggil umat yang saleh untuk melakukan salat.

   Di jalan-jalan banyak negeri Buddhis terlihat para Biksu yang umumnya mengenakan jubah berwarna kunig-jingga, hitam atau merah sebagai tanda kesalehan. Candi-candi dengan patung sang Budha yang berwajah tenang yang merupakan bukti bahwa kepercayaan Buddhis sudah ada sejak zaman dahulu.

  Dari paparan di atas tersebut dapat kita ketahui bahwa setiap agama, para penganutnya selalu berpegang pada prinsip keyakinannya sendiri. Kita tak bisa memaksa setiap kehendak orang lain untuk mepercayai keyakinan kita. Toleransi adalah cara untuk tetap bersama dan tetap bersatu, tidak ada kewajiban untuk melakukan sifat toleran. Sifat toleran akan lebih baik dilakukan jika sifat toleran tumbuh dari kesadaran diri sendiri....demikian dari saya, "SALAM TOLERAN".




 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Kepada Ibu

ehhh,,, abstraknya dunia ini sehingga baru sadar bahwa ibu memang jagoanku dalam hidup yang berproses ini. ku sadar akan sosok pejuang sejati dalam hidupku sehingga aku buru-buru menuliskan tentang ibu... baiklah ibu aku ingin berpuisi sedikit ya semoga lisan ini tersampaikan kepada sosok ibu walau kita berada dalam jauh... IBU kupandang jauh disebrang sana yang ingin kusinggahi yang pernah kurasakan lukisan hidupku penuh ceria aku rindu dekapanmu, kemarahanmu, nasehatmu.. duhh,,,, maaf sebab tak sepenuhnya puisiku selesai, maaf ya ibu akan anakmu ini.. semakin kuteruskan semakin tak kuat rasa ini menahan rindu.  semoga kita bisa bertemu lagi ya bu. #salamuntukmuibu #ibu